Showing posts with label Iman. Show all posts
Showing posts with label Iman. Show all posts

Membela Orang Yang Terdzalimi

"Mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan membela orang-orang yang lemah baik laki-laki, wanita-wanita maupun anak-anak yang semuanya berdoa: "Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini yang zalim penduduknya dan berilah kami pelindung dari sisi Engkau, dan berilah kami penolong dari sisi Engkau!" (QS An Nisaa' : 75)


Sistem - sistem dajjal telah merubah propaganda-propaganda yang buruk dan jauh dari syariat islam menjadi baik dan terpuji sedangkan hukum Allaah dan syariat Rosulullah telah dipandang buruk, semua di rubah dan diputar balikkan , otak - otak generasi ini telah diracuni oleh sistem-sistem dan pemikiran ingkar kepada keberadaan Sang Pencipta.

Gambaran kebuasan-kebuasan manusia itu dinilai sebagai suatu perkembangan zaman dan telah dianggap sebagai hal yang wajar dan bijaksana. sementara mereka yang tetap berpegang teguh pada ajaran islam dianggap lebay dan alay, sungguh suatu fenomena yang sangat - sangat memprihatinkan. ditambah lagi ke-egoisan, ketidakperdulian , kesewenangan sebagai ajaran yang harus, manusia sudah dibutakan oleh laparnya hawa nafsu , keinginan bahkan mengalahkan laparnya perut.

Kebuasan binatang adalah biasa, tetapi kebuasan manusia akan merusak dan mengobrak ‑abrik segala hal, oleh kebejatan moral manusia yang bahkan tidak segan segan untuk membantai sesamanya sendiri. Manusia yang satu menunjukkan kebuasan pada manusia yang lain, kerap luput dari cermatan karena orang terbuai dan menelan mentah begitu saja dengan ayat / kalimat yang sering kita baca dan dengar bahwa “manusia diciptakan baik adanya”.

Namun perlu diketahui bahwa dalam ayat lain dikatakan bahwa manusia lebih sesat dari binatang , Manusia, tak diciptakan baik adanya, jika manusia sudah baik adanya, maka tak perlu menjalani kehidupan, langsung saja masuk surga. Manusia, justru terlahir dengan kebaikan dan keburukan, sisi baik dan sisi jahat, termasuk kebuasan seperti halnya binatang, juga ketakutan akan berbagai hal yang dapat membuat manusia berpikir lebih dalam terhadap hidupnya.

Manusia lahir tak utuh karena terdiri dari berbagai hal dalam dirinya yang mesti mampu ia satukan. Perjalanan hidup manusia, adalah perjalanan penyatuan berbagai hal, bahkan yang bertentangan seperti kebaikan dan kejahatan, untuk mencapai suatu keutuhan diri. Kebuasan dan ketakutan ini, kerapkali justru ditolak atau dianggap tidak ada pada diri manusia. Padahal, dalam diri, saya, anda, kita semua, kebuasan dan ketakutan itu ada bersama berbagai karakter lain yang seringkali juga dilabel sebagai hal-hal baik seperti keinginan merawat, menolong, dan sejenisnya.

Siapakah kita? Dan dimanakah posisi kita dalam kehidupan yang berjalan dalam waktu ini? Dan apakah waktu itu? Tahun demi tahun berlalu, tanpa terasa apa yang beda dengan waktu sebelumnya? Tidaklah kita, jauh tinggi di atas awan dan atau menembus gunung dengan segala apa yang kita dapatkan dan kita lakukan demi untuk kepuasan dunia ini. lihatlah diseberang sana sosok-sosok yang jauh di bawah, mungkin seorang ibu yang mengemis demi menghidupi anaknya, mungkin seorang ayah yang tertatih-tatih mendorong gerobak sampah untuk menghidupi keluarganya, mungkin seorang anak yang tahu bahwa pendidikan yang dirindukannya terletak jauh di atas awang-awang sementara dia sendiri untuk mengisi perutnya pun tak lagi mampu. atau di bawah sana sesosok tubuh yang hanya mampu berharap uang logam 500-an? 

Adalah tanggung jawab kita bersama semua orang yang telah diberi anugrah untuk menyetarakan taraf hidup dalam kehidupan , menciptakan syurga dunia menuju perjalanan kehidupan yang abadi yakni syurga akherat. membela orang yang terdzalimi tidak harus dengan adu fisik, adu kekuatan dalam peperangan dan kekuasaan namun dengan menyatukan hati , membulatkan tekad , menjalin tali persaudaraan, dan bahu membahu dengan jalan yang di ridhai-Nya

Wallahu A'lam

Orang Yang Terzalimi / Terdzolimi

“ثَلاَثَةٌ لاَ تُرُدُّ دَعْوَتُهُمْ : اَلصَّائِمُ حِيْنَ يُفْطِرُ، وَاْلإِمَامُ الْعَادِلُ، وَدَعْوَةُ الْمَظْلُوْمِ يَرْفَعُهَا اللهُ فَوْقَ الْغَمَامِ، وَيَفْتَحُ لَهَا أَبْوَابَ السَّمَاءِ، وَيَقُوْلُ لَهَا الرَّبُّ : وَعِزَّتِيْ وَجَلاَلِيْ َلأَنْصُرَنَّكَ وَلَوْ بَعْدَ حِيْنٍ”.

“Ada tiga orang yang doanya tidak akan tertolak : “Orang yang berpuasa hingga dia berbuka, pemimpin yang adil dan doa orang yang terzalimi, Allah akan angkat doa-doa tersebut di atas awan dan dibukakan untuknya pintu-pintu langit, kemudian Allah berfirman : “Demi keperkasaan-Ku dan keagungan-Ku, Aku pasti akan tolong kamu walau pun setelah melalui suatu masa“. H.R. Ahmad


Hati-hatilah terhadap doa orang yang terzalimi, karena tidak ada suatu penghalang pun antara doa tersebut dan Allah.” (HR Bukhari)

لا یحب الله الجهر باالسوء من القول الا من ظلم وکان الله سمیعا علیما

"Allah tidak menyukai perbuatan buruk yang diucapkan secara terus terang, kecuali oleh orang yang dizalimi. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha mengetahui". (An Nisaa' : 48)

Ayat ini secara tidak langsung memberikan kebolehan “melegalkan” memperbolehkan perkataan buruk atau sumpah serapah yang dilakukan oleh orang orang yang teraniaya atau terzalimi, dan itu semua dikategorikan kedalam “doa”. Doa orang orang yang terzalimi adalah mujarab alias “Mustajab” langsung didengar dan dikabulkan olehNya, sebagaimana termaktub dalam sebuah hadits, yang berbunyi :

“Hati-hatilah terhadap doa orang yang terzalimi, karena tidak ada suatu penghalang pun antara doa tersebut dan Allah.” (HR Bukhari).

Di dalam lidah mereka, suara mereka , do'a mereka lebih tajam dari pedang dan lebih hebat dari pasukan bersenjata. Maka, hati-hatilah terhadap doa orang terzalimi! Karena jika sudah keluar dari mulut suara tersebut akan berjalan menuju langit. Segera melampaui cakrawala, menembus angkasa, dan diijabahi Sang Maha Kuasa, tanpa ada halangan apappun.

Tetapi dalam kelanjutan ayat tersebut diatas, selanjutnya Allah menjelaskan:

ان تبدو خیرا او تخفوه او تعفو عن سوء فان الله عفو قدیرا.

"Jika kamu menyatakan sesuatu kebajikan, menyembunyikannya dan memaafkan sesuatu kesalahan orang lain, Maka sungguh Allah Maha Pemaaf, Maha Kuasa"

Siapa pun di dunia ini pasti pernah mengalami disakiti, dihina, dizalimi, atau dikhianati, sikap kita menentukan nasib kita selanjutnya, masa depan kita tergantung kepada apa yang kita lakukan sekarang, dan ingat Allah selalu ada untuk kita, memperhatikan dan membantu kita. Pertolongan Allah akan segera datang dan diperlihatkan sebelum kita meninggalkan dunia ini..

Percayalahhh..!!!!

Seharusnya Kita Senang Menyambut Tsunami Dan Gempa

"Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata, supaya Allah memberi ampunan kepadamu terhadap dosamu yang telah lalu dan yang akan datang serta menyempurnakan nikmat-Nya atasmu dan memimpin kamu kepada jalan yang lurus, dan supaya Allah menolongmu dengan pertolongan yang kuat, Dia-lah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada). Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana, supaya Dia memasukkan orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya dan supaya Dia menutupi kesalahan-kesalahan mereka. Dan yang demikian itu adalah keberuntungan yang besar di sisi Allah, dan supaya Dia mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan yang mereka itu berprasangka buruk terhadap Allah. Mereka akan mendapat giliran (kebinasaan) yang amat buruk dan Allah memurkai dan mengutuk mereka serta menyediakan bagi mereka neraka Jahannam. Dan (neraka Jahannam) itulah sejahat-jahat tempat kembali. Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana" Surah Al Fath ayat 1 - 7

Di dalam surah Al Fath ayat 1 sampai 7 dijelaskan sejelas- jelasnya karena memang Al Quran berisi perkataan yang jelas, bahwa Allaah Subhanahu Wata'ala akan mengirimkan Tentara langit dan bumi yang selama ini disebut sebagai bencana / musibah oleh kebanyakan orang padahal sejatinya mereka adalah tentara Allaah yang akan membantu orang - orang mukmin, semua kekuatan yang dijadikan Allah untuk menolong orang-orang mukmin agar mampu meraih kemenangan dan memiliki otoritas di dunia untuk menegakkan syariat-Nya. Tentara langit berwujud malaikat-malaikat, udara, angin taufan, halilintar, gempa , tsunami dan segala sesuatu yang ada di langit dan tentara bumi berwujud manusia, jin-jin muslim, binatang-binatang, dan segala sesuatu yang ada di bumi dan di lautan.


Mereka adalah sekelompok pasukan penyerang untuk membantu mengalahkan musuh dalam peperangan atau menghalau musuh yang melanggar wilayah hukum Allah SWT, bila mereka tetap melanggar dan tidak mau mundur maka para tentara itu akan menghabisinya atas kehendak Allah SWT.

Siapakah musuh Allah itu ? Musuh Allah itu orang-orang yang tidak mau berserah diri kepada Allah (Islam) ini ada 2 macam musuh pasif dan musuh aktif. Musuh pasif artinya musuh Allah yang tidak memusuhi Islam dan tidak menganiaya umat Islam, secara hukum mereka tidak boleh diganggu dan kita berkewajiban menjalin hubungan baik dan saling menghormati. Musuh aktif yang dimaksud di sini yaitu musuh yang menghalang halangi pelaksanaan ibadah dan menganiaya umat Islam, kepada musuh aktif ini kita berkewajiban melawan bila mampu, bila tidak mampu maka menghindarinya.

Pernahkah Nabi dan kaum muslimin mendapat bantuan tentara Allah?

Nabi mendapat bantuan tentara Allah banyak sekali, diantaranya dalam peristiwa hijrah ketika rumah beliau dikepung musuh, Allah menurunkan hawa dingin yang membius kaum musyrikin sampai mereka tertidur pulas, hingga Nabi keluar meninggalkan rumah dengan aman, ketika dalam gua dibantu laba-laba yang menutup pintu gua dengan jaring laba-laba. Dalam perang Badar, Nabi dan kaum muslimin dibantu dengan 1000 tentara malaikat, dalam perang Khandaq Nabi dan kaum muslimin dibantu dengan angin untuk memporak- porandakan musuh yang -mengepung kota Madinah, hingga mereka ketakutan dan kehilangan peralatan perangnya kemudian kembali pulang dengan hina. Banjir kepada umat nuh , gempa dan tsunami kepada fir'aun umat nabi Musa , guntur dan petir kepada umat nabi Shaleh dan lain sebagainya

Masih adakah musuh aktif pada saat ini ?

Jelas ada, contoh kaum muslimin di Afghanistan dari faksi Thaliban yang diserang tentara sekutu pimpinan Amerika Serikat. Jelas mereka pasti dibantu dengan tentara langit dan bumi (amerika tidak kunjung berhenti dari taupan dan gempa), jadi kenapa gentar menghadapi musuh Allaah SWT ? Demikian juga kaum muslimin Palestina yang dizalimi Israel, nanti bila pecah perang pasti Allaah akan menurukan bantuan tentara langit dan bumi untuk mengalahkan Israel.


Bila pelakunya tak sempat bertaubat, dipastikan akan menjadi penghuni neraka dan sengsara selamanya, Na’udzu Billaah Tsumma Na'udzu Billaah.

Bagaimana dengan negara kita ..................?!?! 

Oho... ho.... sudah jelas begitu banyak tentara Allaah yang diutus kenapa harus ingkar kalau negara kita adalah negara yang terkutuk........!?!?! memang tidak semuanya akan tetapi jika telah begitu banyak tentara yang datang maka sudah pastilah lebih banyak yang ingkar daripada yang tidak.


Saya juga banyak ingkar *_* tapi tidak mau terus begini *_*

Wallahu A'lam.

Iman Atau Keimanan


Segala puji syukur hanya bagi Allah SWT, yang hanya bagi-Nya-lah segenap diri , shalat , ibadah , hidup dan mati hanyalah untuk Allah Tuhan Semesta Alam.

Iman (الإيمان) secara etimologis berarti 'percaya'. Perkataan iman (إيمان) diambil dari kata kerja 'aamana' (أمن) -- yukminu' (يؤمن) yang berarti 'percaya' atau 'membenarkan'.

Perkataan iman yang berarti 'Percaya dan membenarkan serta melaksanakan dengan amal perbuatan' itu disebutkan berkali - kali dalam al-Quran, di antaranya dalam Surah Al Hujuraat ayat 15 yang bermaksud: "Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar".   Iman itu ditujukan kepada Allah , kitab kitab dan Rasul.

Iman Atau Keimanan merupakan tambatan hati yang diucapkan dan dilakukan merupakan satu kesatuan. Iman memiliki prinsip dasar segala isi hati, ucapan dan perbuatan sama dalam satu keyakinan, orang - orang beriman adalah mereka yang di dalam hatinya, disetiap ucapannya dan segala tindakanya sama, maka orang beriman dapat juga disebut dengan orang yang jujur atau orang yang memiliki prinsip atau juga pandangan dan sikap hidup.

Iman Atau Keimanan adalah adalah pembenaran dengan hati, perkataan dengan lisan dan pengamalan dengan anggota tubuh dan amal perbuatan, Iman adalah sumber energi jiwa manusia yang senantiasa memberikan kekuatan untuk bergerak menebar amal, kebenaran, kasih sayang, yang dilakukan semata - mata hanya untuk dan kepada Allah.

Orang-orang yang sesungguhnya paling sengsara adalah mereka yang miskin iman dan mengalami krisis keyakinan, karena itu keimanan merupakan kekuatan yang mampu menyangga dan menyelamatkan hidup seorang hamba di dalam hati manusia. yang meyakini Allah Maha Esa ,  Maha Kuasa. Keimanan adalah sungguh-sungguh nikmat yang luar biasa, yang senantiasa patut disyukur.

Iman yang sejati adalah kuasa yang terbesar di alam semesta ini dan inilah kualitas yang menyebabkan kita berkenan kepada Allaah

Iman harus kita bangun di atas fondasi keberadaaan Allah, dan perlakuan-Nya terhadap orang yang mencari-Nya. Segera setelah benar-benar mempercayai kedua hal itu, kita mulai menyenangkan Allah, karena kita segera mencari-Nya. Makna dari mencari Allah adalah :
(1) Mempelajari kehendakNya,
(2) Menaati-Nya, dan
(3) Percaya janji-janjiNya. 

Ketiga makna itu hendaknya menjadi komponen perjalanan kita sehari-hari. Tidak sedikit orang hanya mengutamakan iman pada titik ekstrim , terutama mengutamakan kemakmuran materi. karena itulah, sebagian orang ingin sekali melakukan pendekatan kepada pokok masalah itu. padahal seringkali di jelaskan didalam Alquran bahwa barang siapa yang lebih menyukai dan merasa tentram dengan kehidupan dunianya , mereka itulah orang yang melalaikan ayat - ayat Allah , dan mereka itulah penghuni neraka disebabkan oleh apa yang mereka perbuat ( Qs Yunus, Qs Ibrahim dan Qs Al Insaan.)

Kenapa mereka yang lebih menyukai dan merasa tentram dengan kehidupan dunia disebut melalaikan ayat - ayat Allah...? baca disini

Dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang kita lihat maupun yang tidak kita lihat, Iman dalam islam adalah termasuk kedalam “percaya kepada segala sesuatu yang tidak kita lihat.(Ghaib) Al Baqarah ayat 3” dengan demikian jika kita bisa lihat sesuatu atau rasakan dengan panca indera kita, maka tidak ada yang diragukan lagi. memang seringkali saat kita imani salah satu janji Allah, seringkali muncul keadaan yang menggoda kita untuk merasa ragu dan was-was (bisikan setan), atau kita melewati waktu ketika keadaan tampak seolah-olah Allah tak memenuhi janjiNya (ujian / cobaan kesabaran) karena keadaan kita tak berubah. Dalam keadaan demikian, kita perlu melawan rasa ragu, menjaga dengan iman, dan tetap yakin di dalam hati bahwa Allah selalu memenuhi janjiNya. Tak mungkin Allah berdusta.

Hanya karena beberapa orang tenggelam di sungai bukanlah alasan kita untuk ikut tenggelam dan melupakan janji-janji-Nya. setiap orang telah memiliki dasar keimanan dan kefasikan yang diberikan oleh Allah Subhanahu wata'ala sejak dalam kandungan, adalah hak masing -masing orang untuk memilih.

Luruskan Niat , Mantapkan Hati , Amalkan dengan Perbuatan, Percayalah Janji Allah Itu Benar dan Allah Tidak Mengingkari Janji-Nya.

Wallahu A'lam

Asma'ul husna

وَلِلَّهِ الأسْمَاءُ الْحُسْنَى فَادْعُوهُ بِهَا وَذَرُوا الَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِي أَسْمَائِهِ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

"Hanya milik Allah asmaa-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam menyebut nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan"
Al A'raaf : 180

allah
Asmaa'ul husna adalah nama-nama Allah ta'ala yang indah dan baik. Asma berarti nama dan husna berati yang baik atau yang indah jadi Asma'ul Husna adalah nama nama milik Allah ta'ala yang baik lagi indah. Meskipun timbul perbedaan pendapat tentang arti, makna, dan penafsirannya akan tetapi yang jelas adalah kita tidak boleh musyrik dalam mempergunakan atau menyebut nama-nama Allah ta'ala. Selain perbedaaan dalam mengartikan dan menafsirkan suatu nama terdapat pula perbedaan jumlah nama, ada yang menyebut 99, 100, 200, bahkan 1.000 bahkan 4.000 nama, namun menurut mereka, yang terpenting adalah hakikat Dzat Allah SWT yang harus dipahami dan dimengerti oleh orang-orang yang beriman seperti Nabi Muhammad SAW.

Sejak dulu para ulama telah banyak membahas dan menafsirkan nama-nama ini, karena nama-nama Allah adalah alamat kepada Dzat yang mesti kita ibadahi dengan sebenarnya. Asmaaulhusna secara harfiah ialah nama-nama, sebutan, gelar Allah yang baik dan agung sesuai dengan sifat-sifat-Nya. Nama-nama Allah yang agung dan mulia itu merupakan suatu kesatuan yang menyatu dalam kebesaran dan kehebatan milik Allah.

Tidak ada satu hal pun yang dapat disetarakan dengan Allah, akan tetapi harus dapat mengerti dengan hati dan keterangan Al-Qur'an tentang Allah ta'ala. Pembahasan berikut hanyalah pendekatan yang disesuaikan dengan konsep akal kita yang sangat terbatas ini. Semua kata yang ditujukan pada Allah harus dipahami keberbedaannya dengan penggunaan kata itu. Allah itu tidak dapat dimisalkan atau dimiripkan dengan segala sesuatu, seperti tercantum dalam surat Al-Ikhlas.

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ (١) اللَّهُ الصَّمَدُ (٢) لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ (٣) وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ (٤

Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu, Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia"  Al Ikhlash : 1 - 4

Para ulama menekankan bahwa Allah adalah sebuah nama kepada Dzat yang pasti ada namanya. Semua nilai kebenaran mutlak hanya ada dan bergantung pada-Nya. Dengan demikian, Allah Yang Memiliki Maha Tinggi. Tapi juga Allah Yang Memiliki Maha Dekat. Allah Memiliki Maha Kuasa dan juga Allah Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Sifat-sifat Allah dijelaskan dengan istilah Asmaaul Husna, yaitu nama-nama, sebutan atau gelar yang baik.

Wallahu A'lam

Wali Wali Allah ( Auliya )

"Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati, Yaitu orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa, Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan  kehidupan di akhirat. Tidak ada perobahan bagi kalimat-kalimat janji-janji Allah. Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar" Yunus : 62 - 64

Baca selengkapnya  Wali - Wali Allah

KENALI MUSUH DALAM DIRI SENDIRI

Bagi orang yang tidak menggunakan akal sehat, jika ia bertanya kepada diri sendiri, “Bagaimana saya ada?” ia akan menjawab, “Saya ada entah bagaimana!” Bagi orang yang menggunakan OTAK jika ia ditanya bagaimana kamu ada maka mereka akan menjawab "dilahirkan oleh ibu saya", ketika pertanyaan hanya sekedar disitu dan berhenti tanpa menulusuri lebih lanjut, ia akan menjalani kehidupan tanpa pernah merenungkan masalah-masalah seperti itu lagi, dan mulailah nafsunya yang digunakan untuk berpikir, menciptakan pikiran - pikiran baru dengan pengalaman mereka sendiri tanpa ada panduan sebagai referensi. 

Disitulah setan mulai membisikkan pengetahuan - pengetahuan sesatnya, guna untuk mengarahkan manusia mengingkari keberadaan Sang Pencipta. Sebaliknya, seseorang yang menilai keberadaan dirinya dengan kearifan dan akal sehat, akan melihat dalam dirinya hanya tanda-tanda pen-ciptaan Allah. mengakui bahwa keberadaannya bergantung pada kerja sama antara ribuan sistem rumit, yang tak satu pun ia ciptakan atau ia kendalikan. Seseorang akan mulai memahami fakta bahwa “manusia diciptakan” untuk mengenal Penciptanya, maka sudah semestinya berusaha memahami untuk tujuan apa ia “diciptakan”.

Tidak sedikit para pencari tuhan yang melakukan perjalanan menuju Sang Pencipta atau Suluk atau mencari jati diri , mencari tuhan atau apapun itu namanya, yang kemudian berhenti ditengah perjalanan karena begitu lamanya proses, ujian , tantangan yang harus dihadapi, bahkan tidak sedikit kemudian yang terjerumus kedalam lembah yang lebih dalam dari semula dimana dia berasal.

Tubuh manusia dapat diumpamakan sebagai benteng yang terkepung oleh musuh. makanan , minuman , pakaian, dan segala kebutuhan duniawi adalah musuh utama manusia dalam rangka perjalannya kembali kepada yang maha kuasa.  Musuh ini akan mencari segala macam cara untuk menyerbu benteng tersebut. melalui keinginan (syahwat). 

Syahwat atau keinginan atau nafsu adalah Zat dalam diri manusia yang merupakan rintangan yang tidak dapat ditembus oleh obat apapun. zat asing yang tidak berwujud material namun begitu jelas kita rasakan namun seringkali tidak kita abaikan. bahkan kita terus menerus menuruti apa yang diperintah oleh zat ini. Selain itu, walaupun zat ini terus-menerus terkikis, manusia akan terus memperbarui lagi  dan lagi sampai waktu menenggelamkan mereka kepada keadaan yang semula.

Dengan demikian, berhasillah bisikan - bisikan tamu tak diundang yang terus menjebak kita bersamaan dengan proses kehidupan yang kita jalani. Sementara kontrak kehidupan kita di dunia sedang dan akan berakhir.Tahapan-Tahapan Peperangan Besar ini sejatinya kita lalui setiap hari setiap saat setiap jam bahkan setiap detik.Yang mana penyusupan (bisikan - bisikan) mikroskopis yang masuk ke dalam tubuh berupa material yang dapat terlihat , atau berupa suara yang dapat kita dengar dapat melumpuhkan pengawal di garis depan.

Sejatinya genderang perang mulai ditabuh ketika kita bangun dari tidur, kemudian tubuh, dengan organisasi pertahanan yang tertata rapi, melakukan peperangan dengan taktik bertahan dan menyerang untuk melawan pasukan asing, yang datang melalui penglihatan atau pendengaran yang kemudian ditransformasikan kedalam Hati berupa keinginan (syahwat).

Adalah Perlu bagi kita sebelum memulai peperangan dengan musuh mempersiapkan strategi dan langkah yang akan diambil
  1. Pengenalan musuh.
  2. Penguatan sistem pertahanan dan persiapan senjata untuk menyerang.
  3. Penyerbuan dan pertempuran.
  4. Pengentian peperangan dan kembali ke keadaan normal.

Bersambung ke catatan Selanjutnya Insya Allah.

Ihsan Adalah Prinsip dan Keimanan

Prinsip adalah suatu pernyataan fundamental atau kebenaran umum maupun individual yang dijadikan oleh seseorang / kelompok sebagai sebuah pedoman Prinsip merupakan roh dari sebuah perkembangan ataupun perubahan, dan merupakan hasil dari pengalaman ataupun pemaknaan oleh dan atas sebuah obyek atau subyek tertentu yang didalamnya terdapat hukum interaksi manusia, seperti: kejujuran, integritas, dan komitmen.


Prinsip adalah dasar yang dimiliki seseorang dalam menjalankan kehidupan berdasarkan apa yang telah diperolehnya, bisa berubah seiring dengan tingkat kecerdasan dan pengalaman seseorang dalam menapaki dan atau menjalani kehidupan. Selama masih ada keinginan, tubuh kita masih kuat dan bisa melakukan apa saja yang kita inginkan. Tetaplah berpegang pada prinsip supaya jelas kemana arah dan tujuan hidup yang sedang kita jalani ini.

Seperti halnya keimanan prinsip yang dimiliki seseorang adalah didapatkan melalui pengalaman hidup , namun seringkali prinsip adalah merupakan hasil dari olah pikir otak kita sendiri dan bukan berdasarkan pada petunjuk dan pedoman hidup beragama. 

Seperti yang telah di uraikan pada catatan terdahulu tentang keimanan (baca disini) yang diperoleh melalui berbagai ilmu pengetahuan dan pengalaman, maka terbukalah pintu gerbang keimanan yang sesungguhnya dimana manusia mulai bisa menapaki kehidupan dengan lebih baik terarah. 

Pintu gerbang tersebut adalah jalan menuju terciptanya suatu prinsip atau jalan kehidupan atau pedoman dalam menapaki kehidupan yang semestinya dimiliki oleh seseorang guna untuk memperoleh kebahagiaan hidup dunia dan akherat. 

Sesuatu hal yang jelas dan melandasi kehidupan seseorang sekaligus mendorong kita dalam melakukan apapun yang nantinya membawa kita ke jalan yang mana yang akan kita tuju, tergantung kepada motivasi kita dalam kehidupan dan kedewasaan dan pengalaman yang mempengaruhi sebuah karakter individu itulah ihsan.

Wallahu A'lam.

Keimanan Keyakinan Akan Kebenaran

Keimanan tidaklah bisa dicapai dalam waktu yang singkat dan hanya berdiam diri membaca alquran dan kitab namun sangat perlu adanya suatu pengamalan akan apa yang telah kita peroleh dari membaca , pengamalan adalah wujud dari pembelajaran kedua setelah kita mengetahui apa - apa yang kita baca.


Keimanan juga sering diartikan dengan 'percaya', keimanan dalam Islam diawali dengan usaha-usaha memahami kejadian dan kondisi alam sehingga timbul dari sana pengetahuan akan adanya Yang Mengatur Alam Semesta Ini, dari pengetahuan tersebut kemudian akal akan berusaha memahami esensi dari pengetahuan yang didapatkan. Keimanan dalam ajaran Islam tidak sama dengan dogma atau persangkaan tapi harus melalui ilmu dan pemahaman.

[10:36] Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali persangkaan saja. Sesungguhnya persangkaan itu tidak sedikitpun berguna untuk mencapai kebenaran. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.

Keimanan yang didasari pada persangkaan saja tidaklah bermanfaat, keimanan yang didasari pada ilmu saja hanya akan membawa kita kedalam suatu pertentangan. Keimanan haruslah dilandasi dan dilalui oleh tiga hal penting yakni Diikrarkan dengan lisan (menyebarkan Kebenaran) Dibenarkan di dalam qalbu (keyakinan mendalam akan Kebenaran yang disampaikan) Diamalkan (merealisasikan iman dengan mengikuti contoh Rasul), ketiga tahapan ini haruslah dilakukan dengan didasari ilmu pengetahuan yang cukup. sebelum kita benar - benar bisa menilai suatu kebenaran, berdasarkan petunjuk Allah Subhanahu wata'ala. 

Di sepanjang hayatnya, manusia diuji dalam hal keimanan dan keta'atannya kepada Allah, termasuk kegigihannya dalam memperjuangkan agama Allah, bukan sesuatu yang samar bahwa keimanan memiliki peranan yang sangat penting dalam kehidupan manusia,kerena iman adalah kewajiban yang paling pokok dan paling mulia. seluruh kebaikan dan kejelekan yang dirasakan oleh seseorang tergantung dari benar dan tidaknya keimanan orang itu. Bahkan seluruh kenikmatan dan kebaikan yang diperoleh di dunia maupun di akhirat, maka itu semua adalah buah dan hasil dari keimanan. 

Tahap dan Tingkatan Iman serta Keyakinan dalam Islam dapat kita peroleh melalui ketiga tahapan penting, yakni , Ilmul Yaqin (Keyakinan akan Kebenaran berdasarkan ilmu yang telah dipelajari oleh seorang muslim) 'Ainul Yaqin (Keyakinan akan Kebenaran berdasarkan ilmu dan bukti-bukti akan Kebenaran) Haqqul Yaqin (Keyakinan akan Kebenaran berdasarkan ilmu, bukti dan pengalaman akan Kebenaran).

Ketika tahapan demi tahapan diatas sudah dilakukan , dijalani , diamalkan , dilaksanakan , dengan sungguh sungguh serta diperhatikan setiap kesalahan dan kemudian diperbaiki disanalah pintu gerbang keimanan yang sesungguhnya. 

Wallahu A'lam.