Showing posts with label islam. Show all posts
Showing posts with label islam. Show all posts

Haji Akbar

Menurut pendapat sebagian ulama ada beberapa penjelasan terkait Haji Akbar ini. Dimana sebagian ulama yang menyebut Haji Akbar ini terjadi hanya sekali ketika zaman Nabi Muhammad SAW menjalankan Haji Wada'. ada juga yang menyebut Haji Akbar adalah ketika pelaksanaan Wukuf di Arafah adalah pada hari Jumat. Waktu Wukuf adalah dari tergelincirnya hingga terbenam Matahari.

Haji Akbar ini memiliki keistimewaan dibanding Haji pada hari biasa. "Ada riwayat yang menyebutkan satu kali Haji Akbar pahalanya sama dengan 70 kali berangkat haji,"

Istilah "Haji Akbar" berasal dari Alquran (At-Taubat 3):

"Dan (inilah) suatu permakluman daripada Allah dan Rasul-Nya kepada umat manusia pada hari haji akbar bahwa sesungguhnya Allah dan RasulNya berlepas diri dari orang-orang musyrikin. Kemudian jika kamu (kaum musyrikin) bertobat, maka bertaubat itu lebih baik bagimu; dan jika kamu berpaling, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya kamu tidak dapat melemahkan Allah. Dan beritakanlah kepada orang-orang kafir (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih"

Untuk memperoleh pengertian atau makna dari istilah "Haji Akbar" ini dapat kita telusuri dalam kitab-kitab tafsir yang ada, dimana sebagian ulama berpendapat bahwa "Haji Akbar" itu ialah hari raya Idul Adha tanggal 10 Dzulhijjah, yaitu ketika pelaksanaan penyembelihan hewan korban (Yaumun Nahr), mencakup hari-hari melempar jumrah, Sedangkan pendapat yang lain mengatakan bahwa "haji akbar" ketika pelaksanaan Wukuf di Arafah pada tanggal 9 dzulhijjah adalah pada hari Jumat.

Berbagai macam asumsi , pendapat , kepercayaan , keyakinan , tentang haji akbar ini berkembang di tengah masyarakat yang berasal dari pendapat beberapa ulama dan ahli tafsir bukanlah hal-hal yang harus diperdebatkan dan diperpanjang, sehingga menjadikan umat islam terpecah belah dan berselisih. karena esensi yang terpenting dari ibadah haji tersebut adalah lebih kepada perubahan sikap dan perilaku manusia itu sendiri setelah melakukan ibadah haji. lebih baikkah atau lebih buruk dari sebelumnya.

Wallaahu A'lam

Hm...... kabar burung lagi mengenai Imam Mahdi akan datang pada tahun 2012 dan dipercaya haji pada tahun itu adalah haji akbar. Apakah 2012 Haji Akbar ...? Imam Mahdi 2012 

Iman Atau Keimanan


Segala puji syukur hanya bagi Allah SWT, yang hanya bagi-Nya-lah segenap diri , shalat , ibadah , hidup dan mati hanyalah untuk Allah Tuhan Semesta Alam.

Iman (الإيمان) secara etimologis berarti 'percaya'. Perkataan iman (إيمان) diambil dari kata kerja 'aamana' (أمن) -- yukminu' (يؤمن) yang berarti 'percaya' atau 'membenarkan'.

Perkataan iman yang berarti 'Percaya dan membenarkan serta melaksanakan dengan amal perbuatan' itu disebutkan berkali - kali dalam al-Quran, di antaranya dalam Surah Al Hujuraat ayat 15 yang bermaksud: "Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar".   Iman itu ditujukan kepada Allah , kitab kitab dan Rasul.

Iman Atau Keimanan merupakan tambatan hati yang diucapkan dan dilakukan merupakan satu kesatuan. Iman memiliki prinsip dasar segala isi hati, ucapan dan perbuatan sama dalam satu keyakinan, orang - orang beriman adalah mereka yang di dalam hatinya, disetiap ucapannya dan segala tindakanya sama, maka orang beriman dapat juga disebut dengan orang yang jujur atau orang yang memiliki prinsip atau juga pandangan dan sikap hidup.

Iman Atau Keimanan adalah adalah pembenaran dengan hati, perkataan dengan lisan dan pengamalan dengan anggota tubuh dan amal perbuatan, Iman adalah sumber energi jiwa manusia yang senantiasa memberikan kekuatan untuk bergerak menebar amal, kebenaran, kasih sayang, yang dilakukan semata - mata hanya untuk dan kepada Allah.

Orang-orang yang sesungguhnya paling sengsara adalah mereka yang miskin iman dan mengalami krisis keyakinan, karena itu keimanan merupakan kekuatan yang mampu menyangga dan menyelamatkan hidup seorang hamba di dalam hati manusia. yang meyakini Allah Maha Esa ,  Maha Kuasa. Keimanan adalah sungguh-sungguh nikmat yang luar biasa, yang senantiasa patut disyukur.

Iman yang sejati adalah kuasa yang terbesar di alam semesta ini dan inilah kualitas yang menyebabkan kita berkenan kepada Allaah

Iman harus kita bangun di atas fondasi keberadaaan Allah, dan perlakuan-Nya terhadap orang yang mencari-Nya. Segera setelah benar-benar mempercayai kedua hal itu, kita mulai menyenangkan Allah, karena kita segera mencari-Nya. Makna dari mencari Allah adalah :
(1) Mempelajari kehendakNya,
(2) Menaati-Nya, dan
(3) Percaya janji-janjiNya. 

Ketiga makna itu hendaknya menjadi komponen perjalanan kita sehari-hari. Tidak sedikit orang hanya mengutamakan iman pada titik ekstrim , terutama mengutamakan kemakmuran materi. karena itulah, sebagian orang ingin sekali melakukan pendekatan kepada pokok masalah itu. padahal seringkali di jelaskan didalam Alquran bahwa barang siapa yang lebih menyukai dan merasa tentram dengan kehidupan dunianya , mereka itulah orang yang melalaikan ayat - ayat Allah , dan mereka itulah penghuni neraka disebabkan oleh apa yang mereka perbuat ( Qs Yunus, Qs Ibrahim dan Qs Al Insaan.)

Kenapa mereka yang lebih menyukai dan merasa tentram dengan kehidupan dunia disebut melalaikan ayat - ayat Allah...? baca disini

Dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang kita lihat maupun yang tidak kita lihat, Iman dalam islam adalah termasuk kedalam “percaya kepada segala sesuatu yang tidak kita lihat.(Ghaib) Al Baqarah ayat 3” dengan demikian jika kita bisa lihat sesuatu atau rasakan dengan panca indera kita, maka tidak ada yang diragukan lagi. memang seringkali saat kita imani salah satu janji Allah, seringkali muncul keadaan yang menggoda kita untuk merasa ragu dan was-was (bisikan setan), atau kita melewati waktu ketika keadaan tampak seolah-olah Allah tak memenuhi janjiNya (ujian / cobaan kesabaran) karena keadaan kita tak berubah. Dalam keadaan demikian, kita perlu melawan rasa ragu, menjaga dengan iman, dan tetap yakin di dalam hati bahwa Allah selalu memenuhi janjiNya. Tak mungkin Allah berdusta.

Hanya karena beberapa orang tenggelam di sungai bukanlah alasan kita untuk ikut tenggelam dan melupakan janji-janji-Nya. setiap orang telah memiliki dasar keimanan dan kefasikan yang diberikan oleh Allah Subhanahu wata'ala sejak dalam kandungan, adalah hak masing -masing orang untuk memilih.

Luruskan Niat , Mantapkan Hati , Amalkan dengan Perbuatan, Percayalah Janji Allah Itu Benar dan Allah Tidak Mengingkari Janji-Nya.

Wallahu A'lam

Asma'ul husna

وَلِلَّهِ الأسْمَاءُ الْحُسْنَى فَادْعُوهُ بِهَا وَذَرُوا الَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِي أَسْمَائِهِ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

"Hanya milik Allah asmaa-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam menyebut nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan"
Al A'raaf : 180

allah
Asmaa'ul husna adalah nama-nama Allah ta'ala yang indah dan baik. Asma berarti nama dan husna berati yang baik atau yang indah jadi Asma'ul Husna adalah nama nama milik Allah ta'ala yang baik lagi indah. Meskipun timbul perbedaan pendapat tentang arti, makna, dan penafsirannya akan tetapi yang jelas adalah kita tidak boleh musyrik dalam mempergunakan atau menyebut nama-nama Allah ta'ala. Selain perbedaaan dalam mengartikan dan menafsirkan suatu nama terdapat pula perbedaan jumlah nama, ada yang menyebut 99, 100, 200, bahkan 1.000 bahkan 4.000 nama, namun menurut mereka, yang terpenting adalah hakikat Dzat Allah SWT yang harus dipahami dan dimengerti oleh orang-orang yang beriman seperti Nabi Muhammad SAW.

Sejak dulu para ulama telah banyak membahas dan menafsirkan nama-nama ini, karena nama-nama Allah adalah alamat kepada Dzat yang mesti kita ibadahi dengan sebenarnya. Asmaaulhusna secara harfiah ialah nama-nama, sebutan, gelar Allah yang baik dan agung sesuai dengan sifat-sifat-Nya. Nama-nama Allah yang agung dan mulia itu merupakan suatu kesatuan yang menyatu dalam kebesaran dan kehebatan milik Allah.

Tidak ada satu hal pun yang dapat disetarakan dengan Allah, akan tetapi harus dapat mengerti dengan hati dan keterangan Al-Qur'an tentang Allah ta'ala. Pembahasan berikut hanyalah pendekatan yang disesuaikan dengan konsep akal kita yang sangat terbatas ini. Semua kata yang ditujukan pada Allah harus dipahami keberbedaannya dengan penggunaan kata itu. Allah itu tidak dapat dimisalkan atau dimiripkan dengan segala sesuatu, seperti tercantum dalam surat Al-Ikhlas.

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ (١) اللَّهُ الصَّمَدُ (٢) لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ (٣) وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ (٤

Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu, Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia"  Al Ikhlash : 1 - 4

Para ulama menekankan bahwa Allah adalah sebuah nama kepada Dzat yang pasti ada namanya. Semua nilai kebenaran mutlak hanya ada dan bergantung pada-Nya. Dengan demikian, Allah Yang Memiliki Maha Tinggi. Tapi juga Allah Yang Memiliki Maha Dekat. Allah Memiliki Maha Kuasa dan juga Allah Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Sifat-sifat Allah dijelaskan dengan istilah Asmaaul Husna, yaitu nama-nama, sebutan atau gelar yang baik.

Wallahu A'lam

Fardu Ain

Fardu Ain adalah status hukum dari sebuah aktivitas dalam Islam yang wajib dilakukan oleh seluruh individu yang telah memenuhi syaratnya. Dalam Islam, meninggalkan aktivitas yang hukumnya Fardu Ain akan menyebabkan pelakunya mendapatkan dosa.

Termasuk dalam aktivitas ini adalah terdapat dalam rukun islam seperti Salat Lima Waktu , berpuasa dan zakat sedangkan ibadah haji adalah bagi mereka yang mampu.

Jenis Jenis Hukum Dalam Islam

Hukum dalam agama Islam yang disebut juga sebagai hukum syara' terbagi menjadi lima macam yaitu wajib, sunnat, haram, makruh, dan mubah.

1. Fardu atau Fardhu 

Fardu atau Fardhu adalah status hukum dari suatu aktivitas yang harus/wajib dilaksanakan. Dalam hukum Islam, fardu memiliki arti yang sama (sangat dekat) dengan status hukum wajib (mazhab syafi'i menyamakan fardu dengan wajib, mazhab hanafi dan mazhab hambali memposisikan fardu lebih tinggi dari wajib, Meninggalkan yang fardu berarti mendapat konsekuensi dosa, sedang melaksanakannya mendapat konsekuensi kebaikan pahala.

Disini kami mengikuti mazhab imam syafi'i dimana wajib adalah sama dengan fardhu yang dalam pelaksanaannya dibagi menjadi dua macam yakni Fardu Ain dan Fardu Kifayah :

- Fardhu  'Ain adalah suatu hal yang harus dilakukan oleh semua orang muslim mukalaf (dilakukan secara individu) seperti sholah fardu, puasa ramadan, zakat, haji bila telah mampu dan lain-lain.

- Fardhu Kifayah adalah perkara yang harus dilakukan oleh muslim mukallaff namun jika sudah ada yang malakukannya maka menjadi tidak wajib lagi bagi yang lain seperti mengurus jenazah.

2. Sunnah 

Sunnah adalah suatu perkara yang bila dilakukan umat islam akan mendapat pahala dan jika tidak dilaksanakan tidak berdosa. Contoh : sholat sunnat, puasa senin kamis, solat tahajud, memelihara jenggot, dan lain sebagainya.

Sunah terbagi atas dua jenis/macam:

- Sunah Mu'akkad adalah sunnat yang sangat dianjurkan Nabi Muhammad SAW seperti shalat ied dan shalat tarawih.

- Sunat Ghairu Mu'akad yaitu adalah sunnah yang jarang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW seperti puasa senin kamis, dan lain-lain.

3. Makruh

Makruh adalah suatu perkara yang dianjurkan untuk tidak dilakukan akan tetapi jika dilakukan tidak berdosa dan jika ditinggalkan akan mendapat pahala dari Allah SWT. Makruh dibagi menjadi dua yakni Makruh Tanzih dan makruh Tahrim perkara yang dibenci dan mendatangkan dosa dan balasan azab neraka tersedia menunggu

Makruh Tanzih adalah perkara yang dibenci tetapi tidak mendatangkan dosa sedangkan Makruh Tahrim adalah perkara yang dibenci dan mendatangkan dosa dan balasan azab

4. Haram

Haram adalah suatu perkara yang mana tidak boleh sama sekali dilakukan oleh umat muslim di mana pun mereka berada karena jika dilakukan akan mendapat dosa dan siksa di neraka kelak. Contohnya : main judi, minum minuman keras, zina, durhaka pada orang tua, riba, membunuh, fitnah, dan lain-lain.

5. Mubah

Mubah adalah suatu perkara yang jika dikerjakan seorang muslim mukallaf tidak akan mendapat dosa dan tidak mendapat pahala. ex : makan dan minu.

Wallahu A'lam

ISLAM DAN KEPATUHAN BUKAN SEPERTI SAAT INI

Islam Dibangun oleh dasar dan landasan Kepatuhan serta Ketaatan hanya kepada Allah Subhanahu wata'ala semata. Kepatuhan Kepada Suara Kebenaran Hati Nurani yang didasarkan kepada Hukum Allah dan Rosul Nya Selain daripada itu adalah kepatuhan dan ketaatan kepada Thaqut.

Paradigma kepatuhan seluruh kehidupan umat Islam berfokus pada kepatuhan ketaqwaan kepada Allah. Sebuah sistem dan atau tata cara kehidupan yang telah diatur oleh sang pencipta dan diwahyukan kepada para rosul Nya. Seorang muslim adalah hamba Allah hidup untuk beribadah kepada Allah dengan artian bahwa seluruh aktivitas hidupnya ditujukan untuk mematuhi perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. baik dari sikap individu, pergaulan, pekerjaan, pengetahuan, seni hingga pemerintahan.

Sistem kehidupan dan bentuk pemerintahan umat Islam adalah khilafah, dimana pemimpin khilafah dan pemerintah tidak membuat peraturan untuk kehidupan manusia dengan nafsu mereka sendiri, tapi mereka mengikuti peraturan yang sudah dibuat Allah dalam kitab suci Al’quran petunjuk Nabi Muhammad dalam hadist dan ijtihad ulama.

Ini berbeda dari paradigma dan sistem pemerintahan yang populer saat ini, yaitu liberalisme dan fasisme. Liberalisme memperbolehkan warga negara beraktivitas secara bebas sedangkan fosisme mengikat warga negara dalam kebijakan yang dibuat oleh negara. Meskipun kedua ideologi ini sering bertikai, tapi keduanya memiliki kesamaan. Pandangan, yaitu pemerintah membuat peraturan bagi warga negara. Pemerintah membuat undang-undang berdasarkan paradigma mereka adalah makhluk yang bebas. Paradigma mereka adalah kebebasan. 

Sebuah kebebasan semu yang bahkan lebih keji dari aturan hidup binatang, kasih sayang kebebasan yang mereka agung-agungkan pada dasarnya adalah nafsu kebinatangan.Bahkan seorang atheis sekalipun bisa merasakan kebenaran dari hati nurani mereka sendiri, sekalipun dia tidak mengenal atau tidak mau mengenal Siapa Sang Pencipta. jika mereka benar - benar memiliki jiwa manusia pasti akan sedih melihat kondisi sekarang ini. 

Wallahu A'lam