Jangan Butakan Hatimu

Buta hati jauh lebih buruk dari buta mata. “Buta mata tak nampak apa yang ada di dunia, karena tidak nampak cahaya, namun lebih buruk buta hati karena meskipun mata bisa melihat namun tidak memiliki fungsi" tidak tanggung-tanggung hukuman bagi mereka yang buta hatinya, karena selain dia telah menjadi antek-antek dajjal (bermata satu) tidak bisa membedakan mana yang baik dan mana yang tidak baik, mana jalan yang salah dan mana jalan yang benar, Allaah akan membutakan mereka di akherat nanti dan mereka akan lebih tersesat dari jalan yang benar, sebagaimana dijelaskan di dalam Al Quran :

"Barangsiapa yang buta hatinya di dunia ini, niscaya di akhirat nanti ia akan lebih buta pula dan lebih tersesat dari jalan yang benar" Al Israa' : 72








Penyebab hidup penuh dengan penderitaan, dewasa ini adalah lebih dikarenakan ketidakperdulian dan keinginan egois dari kebanyakan manusia akan diri sendiri. Ketidakpedulian, keserakahan, kesewenang-wenangan manusia modern tampaknya kian memuncak di berbagai belahan dunia, itulah kenyataan yang ada bahwa keadaan kita dewasa ini sungguh sangat tragis, manusia menjadi egois, tidak memiliki tenggang rasa, dan yang terpenting adalah diri sendiri.

Sementara itu di tengah ketidakpedulian yang semakin menjajah dan menggerogoti setiap manusia keterpurukan dan musibah datang tiada henti dengan dihiasi darah dan lepasnya jiwa-jiwa teraniaya.

Penderitaan, kegelapan  kebingungan, keterasingan dan kesepianmasa ini dapat diakhiri dengan mengatasi ketidakperdulian dan ke-egoisan diri sendiri. lihatlah disekeliling saudara........!!

Modernisasi yang diagung-agungkan pada dasarnya bukanlah bertambah baiknya kehidupan masyarakat, akan tetapi menjadikan manusia sebagai individualis yang super egois , ini keterpurukan dan bukannya kemajuan. melunturnya nilai-nilai solidaritas dan tumbuhnya nilai baru yang mereka anggap sebagai kebaikan, dengan menilai segala sesuatunya hanya berdasarkan materi semata.

Dunia ini tanpa terkecuali sedang mengalami proses modernisasi secara besar-besaran, yang berdampak pada terjadinya pertemuan antara budaya impor yang unsur-unsurnya lebih lebih kepada kehidupan jahiliyyah, berwatak kapitalis, dan menyingkirkan kehidupan sosial dengan budaya lokal yang berwatak tradisional. dan tersisihnya unsur-unsur keagamaan dan moral dari kehidupan masyarakat

Dari kenyataan semacam ini, dalam era modern umat Islam dihadapkan pada sebuah tantangan, di antaranya adalah menjawab pertanyaan tentang di mana posisi Islam dalam kehidupan modern serta bentuk Islam yang bagaimana yang harus ditampilkan guna menghadapi modernisasi. Jangan sampai segala sesuatu yang natural hancur hanya karena akibat keegoisan modernisasi, Jalan untuk mengatasi ketidakperdulian dan keinginan egois diri sendiri adalah kembali ke Jalan Utama, masih banyak waktu untuk memperbaiki kesalahan ini , kita telah jauh dari lintasan , umat ini telah begitu jauh dari tuntunan, dan terjerat oleh bujuk rayu iblis, syetan dan tentaranya, sebagaimana iblis telah berjanji,

"Iblis menjawab: "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan menghalang-halangi mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur taat."

Setan , Iblis dan tentaranya Telah Menang ........?!?!

Wallahu A'lam

No comments:

Post a Comment